Ada 15 Sasaran Upaya Khusus Untuk Capai Swasembada Pangan

« Back

Ada 15 Sasaran Upaya Khusus Untuk Capai Swasembada Pangan

Dalam rangka percepatan pelaksanaan upaya khusus untuk swasembada pangan dan komoditas strategis, Kementerian Pertanian menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Kanpus Kementerian Pertanian, Senin (30/3). Komoditas utama yang menjadi konsentrasi program UPSUS Swasembada Pangan adalah padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, cabai merah dan bawang merah.

Adapun ada tiga tujuan Rakernas ini. Pertama, membahas upaya khusus percepatan pencapaian swasembada pangan. Kedua, membahas operasionalisasi konsep integrasi pelaksanaan program, kegiatan dan anggaran. Ketiga, pelaksanaan program sesuai dengan sasaran dan aturan yang berlaku.

Ada 15 sasaran Upsus swasembada pangan. (1) rehabilitasi jaringan irigasi tersier untuk areal pertanaman 1,1 juta ha. (2), optimasi lahan seluas 530.000 hektar (ha). (3) pengadaan benih padi dan jagung untuk areal pertanaman seluas 3,6 juta ha.

(4) system of rice intensification (SRI) seluas 200.000 ha. (5), pengembangan 1.000 desa mandiri benih. (6), bantuan pupuk untuk arel pertanaman seluas 3,6 juta ha. (7), perluasan areal pertanaman dan peningkatan indeks pertanaman (PAT-PIP) kedelai seluas 300.000 ha.

(8), bantuan alat mesin pertanian sebanyak 41.000 unit. (9), percepatan kelahiran ternak sapi sebanyak 2 juta akseptor, pengadaan bibit sapi sebanyak 1.200 ekor, pengadaan indukan ternak sapi atau kerbau sebanyak 30.000 ekor untuk 332 kelompok dan pengembangan ternak non sapi.

(10), pembangunan kebun benih induk (KBI) dan kebun benih datar (KBD) tebu seluas 12.000 ha. (11) Pengembangan cabai dan bawang merah pada areal seluas 2.438 ha. (12) pengembangan kakao dan komoditas unggulan perkebunan seluas 185.00 ha. (13) Pengembangan usaha agribisnis pedesaan untuk 2.000 gapoktan dan asuransi pertanian untuk areal pertanaman seluas 1.041 juta ha. (14) Pengembangan taman teknologi pertanian sainspark dan taman sain pertanian di lima provinsi atau 16 kabupaten. Terakhir, dukungan penyuluhan da diklat tekhnis 24.000 unit.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, apabila produksi beras melimpah di dalam negeri. Maka Indonesia tidak perlu membuka keran impor beras di tahun ini,” tegas Amran, Senin, (30/3/2015).

Dia menambahkan, bulan Oktober 2015 Indonesia akan masuk Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). harga beras Indonesia lebih mahal dibanding negara Thailand dan Vietnam. Dikhawatirkan Indonesia akan menjadi pasar beras negara tetangga.